Selasa, 30 Oktober 2018

#SIP Sistem Informasi dan Sistem Penunjang keputusan


1.      Pengertian SIM dan SP
K
A.    Pengertian sistem informasi manajemen
Menurut beberapa pakar dibidangnya,  Pengertian Sistem Informasi Manajemen menurut Laudon dan Laudon (2008) adalah : “Suatu susunan komponen-komponen yang terintegrasi & bekerja secara bersama-sama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, control, analisis dan visualisasi dalam sebuah organisasi”. Sedangkan menurut Davis (2009) adalah: “Suatu sistem operasional yang melaksanakan beraneka - ragam fungsi untuk menghasilkan keluaran yang berguna bagi pelaksana operasi dan manajemen organisasi yang bersangkutan.”
Secara umum, Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem informasi yang menyediakan untuk pelaporan yang berorientasi manajemen berdasarkan pemrosesan transaksi dan operasi organisasi/perusahaan. Manajemen memiliki beberapa fungsi atau peranan dalam suatu organisasi:
a)      Planning (perencanaan)
b)      Organizing (pengelompokkan)
c)      Staffing (menyusun bagian-bagian)
d)     Directing (mengarahkan)
e)      Controling (mengendalikan)

B.     Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support Sistem (DSS), pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision Sistem. Sistem tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur.Istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan.


a)      Menurut Little (1970), Sistem pendukung keputusan adalah sebuah himpunan/kumpulan prosedur berbasis model untuk memproses data dan pertimbangan untuk membantu manajemen dalam pembuatan keputusannya.

b)      Menurut Alter (1990), membuat definisi sistem pendukung keputusan dengan memabandingkannya dengan sebuah sistem pemrosesan data elektronik (PDE) /Electronic Data Processing tradisional

2.      Konsep SPK dan SIM

A.    Konsep Sistem Pendukung Keputusan

A. Permasalahan Terstruktur
Masalah Terstruktur adalah masalah yang dapat di ketahui penyelesaiannya dengan jelas dan pada umumnya terjadi berulang-ulang dan mempunyai fase terstruktur. Masalah terstruktur mempunyai 3 tahapan yaitu intelijen, rancangan dan pilihan.sifat-sifatnya:
a)       Berulang-ulang
b)       Rutin
c)       Mudah di pahami
d)       Memiliki pemecahan yang standar berdasarkan analisa kuantitatif
e)       Di buat menurut kebiasaan, aturan, prosedur tertulis maupun tidak
f)        Sering di otomatisasi
g)       Prosedur untuk mengetahui solusi terbaik di ketahui
h)       Tujuan dengan jelas terdefinisi
i)         Sistem pendukung manajemen dapat sangat berguna

B. Masalah Tidak Terstruktur
Masalah Tidak Terstruktur adalah masalah yang tidak jelas solusinya, jarang terjadi, proses penanganannya lebih rumit dan tidak mempunyai fase terstruktur. Misalnya masalah yang tidak berulang atau masalah yang tidak dapat di prediksi.
sifat-sifatnya:
a)       Tidak berulang dan jarang terjadi
b)       Tidak ada model untuk memecahkan masalah ini
c)       Butuh intuisi
d)       Problem yang masih kabur dan cukup komplek
e)       Tidak ada solusi yang langsung bisa di pakai
f)        Mengenai masalah khusus, khas, dan tidak biasa
g)       Kebijakan yang ada belum menjawab.

Contoh:
Sebuah keputusan akan diambil oleh seseorang apabila ketika dalam keadaan lapar maka setiap orang mengambil keputusan. Untuk “makan”, (Masalah Terstruktur) contoh tersebut dapat dikatakan terstruktur karena keputusan itu bersifat rutin, mudah difahami, memiliki prosedur yang jelas, dan tujuan yang terdefinisi. Namun, masalah tersebut akan menjadi masalah yang tidak tertruktur apabila pada saat orang tersebut akan mengambil keputusan “makan”, maka makanan apa yang akan dimakan? (Masalah Tidak terstruktur) Untuk mengetasi permasalahan tersebut, maka orang tersebut akan mempertimbangkan berbagai faktor seperti keuangan, tempat, waktu, dan lainnya.
SPK dapat menjadi jalan keluar apabila digunakan untuk menyelesaikan permasalahan Tidak Terstruktur (Seperti pada contoh dua).

B.     Konsep-konsep Pokok Sistem Informasi Manajemen

Selain kita harus mengetahui definisi dari SIM, kita juga harus mengetahui dan memahami konsep-konsep yang berhubungan dengan informasi, pemakaian informasi, dan nilai informasi. Berikut adalah konsep-konsep pokok SIM.
a)       Konsep Informasi
Informasi menambahkan sesuatu pada penyajian yaitu sehubungan dengan waktu dan mutu.
b)       Konsep Manusia sebagai Pengolah Informasi
Kemampuan manusia sebagai pengolah informasi menentukan keterbatasan dalam sistem informasi dan mengesankan dasar-dasar rancangan mereka.
c)       Konsep Sistem
Karena sistem informas manajemen adalah sebuah sistem, maka konsep sistem perlu untuk memahami dan merancang ancangan pada pengembangan sistem informasi.
d)       Konsep Organisasi dan Manajemen
Sistem informasi berada di dalam sebuah organisasi dan dirancang untuk mendukung fungsi manajemen. Informasi adalah penentu yang penting dalam bentuk keorganisasian.
e)        Konsep Pengambilan Keputusan
 Rancangan SIM bukan hanya harus mencerminkan anacangan rasional terhadap         optimasi, tetapi juga teori keperilakuan pengambilan keputusan dalam organisasi.
f)        Konsep Nilai Informasi
Informasi mengubah keputusan, perubahan dalam nilai hasil akan menentukan nilai informasi. Sistem informasi dalam perusahaan juga merupakan sistem terbuka, dimana terjadi arus sumber daya dengan lingkungannya. Dalam informasi, data input diperoleh dari lingkungan, misalnya informasi kenaikan pajak yang diumumkan pemerintah, dan perubahan kurs mata uang. Semua data dari luar tersebut mengalir masuk ke dalam sistem.
Oleh karena itu, sitem informasi membantu para manajer dan pimpinan perusahaan untuk mendapatkan gambaran mengenai perusahaan. Informasi yang didapat merupakan bahan masukan penting bagi manajer dalam pengambilan keputusan.


3.      Model SIM dan SPK


A.      Model Sistem Informasi
1.      Model Tersentralisasi (Terpusat)
Model ini sudah dikenal semenjak tahun 1960-an dengan mainframe sebagai faktor utama. Mainframe adalah komputer yang berukuran relatif besar yang ditujukan untuk menangani data yang berukuran besar,dengan ribuan terminal untuk mengakses data dengan tanggapan yang sangat cepat dan melibatkan jutaan transaksi. Implementasi dari arsitektur terpusat adalah pemrosesan data yang terpusat (biasa disebut komputasi terpusat). Semua pemrosesan data dilakukan oleh komputer yang ditempatkan didalam suatu lokasi yag ditujukan untuk melayani semua pemakai dalam organisasi. Kebanyakan perusahaan yang tidak mempunyai cabang menggunakan model seperti ini.
2.      Model Desentralisasi (Tersebar/Terdistribusi)
Model  desentralisasi merupakan konsep dari pemrosesan data tersebar (atau
terdistribusi). Sistem pemrosesan data terdistribusi (atau biasa disebut sebagai komputasi tersebar) sebagai sistem yang terdiri atas sejumlah komputer yang tersebar pada berbagai lokasi yang dihubungkan dengan sarana telekomunikasi dengan masing-masing komputer mampu melakukan pemrosesan yang serupa secara mandiri, tetapi bisa saling berinteraksi dalam pertukaran data.

a.       Keuntungan Sistem Pemrosesan Data Desentralisasi (Tersebar/Terdistribusi)
1)      Penghematan biaya
2)      Peningkatan tanggung jawab terhadap pengeluaran biaya
3)      Peningkatan kepuasan pemakai
4)      Kemudahan pencadangan ketika terjadi musibah

b.      Keuntungan Sistem Pemrosesan Data Desentralisasi (Tersebar/Terdistribusi)
1)      Memungkinkan kekacauan kontrol terhadap sistem komputer.
2)      Ketidaksesuaian dlm menyediakan hardware & software.
3)      Standardisasi bisa tak tercapai.
1.      Model Client/Server   (Pada model ini ada sebagian yang disebut client dan  ada yang disebut server.)
a.       Client
1)     Sembarang sistem/proses yang melakukan sesuatu permintaan data layanan ke server.
2)     Mempunyai kemampuan untuk melakukan proses sendiri.
3)     Ketika sebuah client meminta suatu data ke server, server akan segera menanggapinya dengan memberikan data yang diminta ke client yang bersangkutan. Setelah data diterima, client segera melakukan pemrosesan.
b.      Server
1)     Sistem/proses yang menyediakan data/layanan yang diminta oleh client
2)     Secara fisik dapat berupa komputer (mainframe, mini-komputer, workstation, ataupun PC) atau piranti yg lain (misalnya printer)
3)     Namun tidak harus berupa sistem fisik, tetapi juga bisa berupa suatu proses, sebagai contoh adalah yang disebut sebagai database server adalah sebuah proses di dalam komputer untuk menangani permintaan akses  basis data.




B.     Model sistem pendukung keputusan
1.      Model SPK menurut Turban
Representasi sistem atau masalah berdasarkan model dapat dilakukan dengan berbagai macam tingkat abstraksi, oleh karenanya model diklasifikasikan menjadi tiga kelompok menurut tingkat abstraksinya, antara lain (Turban, 1998) :

a)      Model Iconik (Skala)
Sebuah model iconik, model abstraksi terkecil adalah replika fisik sebuah sistem, biasanya pada suatu skala yang berbeda dari aslinya. Model iconik dapat muncul pada tiga dimensi (miniatur maket), sebagaimana pesawat terbang, mobil, jembatan, atau alur produksi. Photografi adalah jenis model skala iconik yang lain, tetapi hanya dalam dua dimensi.

b)      Model Analog
Sebuah model yang tidak tampak mirip dengan model aslinya, tetapi bersifat seperti sistem aslinya. Model analog lebih abstrak dari model iconik dan merupakan perpresentasi simbolik dari realitas. Model ini biasanya berbentuk bagan atau diagram 2 dimensi, dapat berupa model fisik, tetapi bentuk model berbeda dari bentuk sistem nyata.

c)      Model Matematik (Quantitatif)
Kompleksitas hubungan pada banyak sistem organisasional tidak dapat disajikan secara model icon atau model analog, atau representasi semacam itu malah dapat menimbulkan kesulitan dan membutuhkan banyak waktu dalam pemakaiannya. Oleh karena itu model yang tepat dideskripsikan dengan model matematis. Sebagian besar analisis sistem pendukung keputusan dilakukan secara numerik dengan model matematis atau model quantitatif yang lain.
Berikut beberapa contoh lain :
a)      Bagan organisasi yang menggambarkan hubungan struktur otoritas, dan tanggung jawab.
b)      Sebuah peta dimana warna yang berbeda menunjukkan obyek yang berbeda misalnya sungai atau pegunungan.
c)      Bagan pasar modal yang menunjukkan pergerakan harga saham.
d)     Cetak biru dari sebuah mesin atau rumah.


2.      Model pendukung keputusan menurut Kas
Penggunaan model menurut Kas diantaranya:
1.      Rasional
model perilaku manusia berdasarkan keyakinan bahwa orang-orang, organisasi, dan bangsa menjalankan kalkulasi pemaksimalan nilai, yang secara mendasar konsisten. Pendukungan keputusan yang rasional merukan proses yang komplek. Tahapan rasional decision making proses:
a.   Mengenal permasalahan.
b.  Definisikan tujuan.
c.   Kumpulkan data yang relevan.
d.  Identifikasi alternative yang memungkinkan (feasible).
e.   Seleksi kriteria untuk pertimbangan alternative terbaik.
f.   Modelkan hubungan antara kriteria, data, dan alternative.
g.  Prediksi hasil dari semua alternative.
h.  Pilih alternative terbaik.
2.  Organisasional 
model-model pengambilan keputusan yang memperhitungkan karakteristik politik dan structural dari organisasi.
2.      Birokrasi
Pengambilan keputusan  dalam bentuk apapun yang dilakukan organisasi adalah hasil dari rutinitas dan proses bisnis yang terasah oleh penggunaan aktif selama bertahun-tahun.
3.      Keputusan klasik (classical dision)
berpandangan bahwa manager bertindak dalam kepastian. Merupakan model yang sangat rasional untuk pembuatan keputusan manajerial.
4.      Keputusan administrasi
menurut Herbert Simon, manager dalam pengambilan keputusan menghadapi 3 kondisi:
a.   Informasi tidak sempurna, dan tidak lengkap.
b.  Rasionalitas yang terbatas (bounded rasionality).
c.   Cepat puas (satisfice).
Dan ada 3 konsep untuk membantu manajer menempatkan pembuatan keputusan dalam perspektif, yaitu:
a.       Rasionalitas terbatas dan memadai (bounded rationality and satisficing)
Menekankan bahwa pembuatan keputusan harus menghadapi kenyataan tidak memadainya informasi mengenai sifat masalah dan menyelesaikan yang mungkin, kekurangan waktu dan uang untuk mengumpulkan informasi yang lebih lengkap, ketidakmampuan untuk mengingat sejumlah dasar informasi, dan batas-batas kecerdasan mereka sendiri. Yang perlu dipelajari oleh pembuatan keputusan efektif adalah menerima yang memadai dengan gambaran sasaran organisasi jelas terbayang dalam benak.
b.  Heuristic
Orang yang tergantung pada prinsip heuristic / pedoman umum, untuk menyederhanakan pembuatan keputuasan
c.   Memutuskan siapa yang membuat keputusan (bisa)
Model rasional tidak memberikan pedoman mengenai siapa yang harus membuat keputusan, “siapa yang akan memutuskan?”  merupakan keputusan pertama yang harus dibuat manajer. Keputusan ini bias sangat rumit.



4.      Peranan SPK dan SIM dalam pemecahan masalah dibidang psikologi
A.    Peranan SPK dalam pemecahan masalah dibidang psikologi
Istilah sistem pendukung keputusan (Decision Support System-DSS) digunakan untuk mendeskripsikan sistem yang dirancang membantu manajer memecahkan masalah tertentu. Ide dasarnya adalah agar manajer dan computer dapat bekerja sama untuk memecahkan masalah. Pemecahan masalah diperoleh melalui tahapan-tahapan dasar dan menggunakan kerangka berfikir yang umum sebagaimana berlaku dibanyak perusahaan. Dengan mengikuti pendekatan sistem untuk menyelesaikan masalah, manajer melihat sistem secara keseluruhan.
 Perlakuan penyelesaian masalah dikelompokkan kedalam tiga tahapan,yaitu : langkah persiapan, langkah pendefinisian dan langkah pemecahan. Solusi masalah sistem adalah solusi yang membuat sistem tersebut memenuhi tujuan yang paling baik, sebagaimana yang dicerminkan dalam standar kinerja sistem. Standar dimana menggambarkan situasi yang diinginkan (desired state), apa yang harus dicapai sistem tersebut. Manajer juga harus memiliki informasi yang menggambarkan saat ini (current state), apa yang dicapai sistem tersebut saat ini.

B.     Peranan Sistem Informasi Manajemen Dalam Pemecahan Masalah psikologi
Sistem Informasi Manajemen dan subsistem – subsistem organisasinya berkontribusi pada pemecahan masalah dalam 2 cara dasar :
a.       Sumber Daya Informasi Seorganisasi. SIM adalah suatu usaha seorganisasi untuk menyediakan informasi pemecahan masalah. Sistem tersebut merupakan suatu komitmen formal dari para eksekutif untuk menyediakan komputer bagi semua manajer.
b.      Identifikasi dan Pemahaman Masalah. Ide utama dibalik SIM adalah menjaga agar pasokan informasi terus mengalir ke manajer. Manajer menggunakan SIM terutama untuk menandai masalah atau mendekati  masalah, kemudian memahaminya dengan menentukan lokasi dan penyebabnya.





REFERENSI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar